Loading...
Kegiatan

Respons anak bunuh diri di NTT, Menkes siapkan layanan psikologi

29 Januari 2026

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespons kasus anak bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi sorotan publik, dan menyatakan pihaknya tengah menyiapkan layanan psikologi klinis.

"Kesehatan mental anak memang kita sudah lakukan skrining, ada 10 juta anak yang berisiko (terkena penyakit mental). Nah, sekarang, saya mau menyiapkan ada psikologi klinis di masing-masing puskesmas, supaya penyakit-penyakit jiwa yang selama ini enggak tertangani di rumah sakit, bisa ditangani di puskesmas," katanya ditemui di Jakarta, Rabu.

Budi menyadari bahwa kasus kesehatan mental pada anak masih belum mendapatkan perhatian yang maksimal, oleh karena itu, melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah juga tengah berupaya memasukkan pemeriksaan kesehatan mental pada anak, termasuk memberikan pelayanan di puskesmas-puskesmas.

"Sebelumnya kan kita enggak tahu ada masalah kejiwaan pada anak, nah sekarang melalui skrining, kita sudah tahu ada 10 juta, itu harus ditangani dengan menaruh psikolog klinis di puskesmas yang bekerja sama dengan sekolah, supaya bisa diobati secara preventif dan promotif," ujar dia.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr. Lahargo Kembaren menyampaikan anak di usia 9-10 tahun dengan beban yang terlalu berat rentan memiliki kesimpulan ekstrem untuk mengakhiri hidupnya.