Desa Tongging yang Maju, Mandiri, dan Bernafaskan Keagamaan
Desa Tongging, yang secara administratif terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyimpan sejarah panjang sebagai kawasan strategis di utara Danau Toba yang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda pada pertengahan abad ke-19 . Pada mulanya dikenal sebagai Kuta Tengging, daerah ini merupakan tanah ulayat yang dirintis oleh marga-marga dari kelompok Parna (keturunan Si Raja Batak) seperti Munthe, Manihuruk, Sijabat, dan Simarmata, yang kemudian membentuk struktur adat "Turpuk Silima Ompu" dan bahasa khas Sipituhuta yang membedakannya dari wilayah Karo pada umumnya. Keindahan alamnya yang khas, dengan latar Danau Toba dan Air Terjun Sipiso-piso, bahkan sempat diabadikan sebagai salah satu latar pada uang kertas pecahan seribu rupiah, menegaskan bahwa Tongging telah lama menjadi destinasi yang dikenal luas .